Kasi Intel Kejari Kutim Yudo Adiananto didampingi Kasi Pidsus Wasita Triantara,
SANGATTA (21/6-2021)
Penyidikan kasus
dugaan tindak pidana korupsi pengadaan
solar cell yang dilakukan Dinas Pelayanan
Terpadu Satu Pintu (DPTSP) semakin didalami penyidik, ternyata kejanggalannya makin banyak. Dari 80 orang
saksi yang telah diperiksa, penyidik
menemukan kejanggalan seperti
munculnya anggaran karena ada
oknum PNS, yang sebenarnya bukan anggota
Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD), namun bisa memengaruhi pengambil kebijakan dalam
TPAD, agar anggaran untuk program Kutim terang, muncul.
“Ada okumum ASN jadi
aktor dalam pengadaan PLTS ini,†jelas
Kasi Intel Kejari Kutim Yudo Adiananto
didampingi Kasi Pidsus Wasita Triantara, di ekajari Kutim.
Disebutkan, proses pelaksanaan pengadaannya tergolong unik dan semua tidak sesuai dengan aturan seperti
Kepres Pengadaan Barang dan Jasa. Sat dilakukan pemeriksaan, terangnya, ada koordinator yang khusus mencari CV.
Selain itu, ada oknum yang khusus cari judul pekerjaan . “Jadi ada job masing-masing,
kondisinya memang didesain sedemikian
oleh aktor utamanya. Karena itu, dalam kasus ini tidak menutup kemungkinan
tersangkanya nanti bisa ada beberapa orang,†katanya.
CV yang
digunakan juga pada umumnya milik tenaga
kerja kontrak daerah (TK2D). Setiap
perusahan rata-rata menerima upah Rp4 juta.
Pada umunya perusahan itu dibentuk pada tahun 2019. Kejanggalannya, semua cair pada triwulan
II. “Tapi ada beberapa oknum yang telah menyatakan siap mengembalikan
fee yang mereka terima,†katanya.
Dari sisi tugas pokok (Tupoksi), ternyata DPTSP, juga bukan intansi yang
seharusnya terlibat dalam pengadaan solar cell. Sebab PTSP itu, tupoksinya bidang
perizinan. “Anggaran masuk ke sana, karena
permainan okum yang punya
kekuatan memengaruhi pejabat TPAD. Sama
dengan munculnya anggaran itu, karena pengaruh oknum PNS tersebut,†katanya.
Barang yang dibeli, juga mahal, jauh dari
harga ideal. Sebab harga
acuan mereka tentukan sendiri. Karena itu,
dari perkiraan penyidik,
dari proyek Rp90 miliar lebih, diduga
merugikan negara sekitar Rp55 miliar. “Tapi kerugian ini masih ada potensi kerugian naik atau turun,†katanya.
Untuk menetapkan kerugian tersebut, diakui pihaknya akan
segera melakukan ekpose di BPK, untuk mengetahui potensi kerugiannya. (SK03)
Berita Lainnya
capai 119 nm2 menggunakan RIB SAR Pos Sangatta cari hasrianto
SANGATTA BASARNAS Pos Sangatta mengerahkan 6 personilnya dalampencarian Hasrianto (37) warga Muara B ....
LAPOR PAK KAPOLRES DEMI KAMTIBMAS KUTIM TERJAGA. SANGATTA, (23/6)
Memberikan rasa aman dari segalabantyk kejahatan, kapolres kutai timur membuka jalur cepat untukmasy ....
- editor@ivan
- 21 Jun 2025
- 203
Posko Memerlukan Alat Masak dan Sukarelawan Banyak
SANGATTA (21/3-2022)Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur nbsp;(Kutim) tak mengira, banjir yang ....
- editor@ivan
- 21 Mar 2022
- 486
Dalam waktu 6 bulan Polres Kutim sita 94,7 kg Sabu-Sabu dan tahan 252 orang. SANGATTA, (2/7)
Kepolisian Resort Kutai Timur (Polres Kutim), dalam waktu 6bulan di tahun 2026 berhasil mengamankan ....
Kutim Sudah Terima Vaksin Covid 19
SAMARINDA (26/1-2021)Sebanyak 6.160 dosis vaksin Covid 19 merk Sinovac tiba di Kutai Timur (Kutim). ....
- editor@ivan
- 26 Jan 2021
- 662


