SUASANA JAMAAH DALAM TENDA DI ARAFAH DAN MINA
IBADAH HAJI merupakan kegiatan yang memerlukan kecermatan dalam
melaksanakannnya sehingga tidak terbalik-balik atau salah sehingga ibadah
hajinya menjadi sia-sia. Yang terpeting dalam melaksanakan ibadah haji harus
sama dengan yang dilakukan Rasulullah SAW, karenanya ilmu berhaji yang benar harus dipersiapkan
sebaikmungkin sebelum berangkat, kalau tidak mengerti jangan sungkan untuk
bertanya kepada ahlinya karena ada tiga jenis haji yakni Haji Tamattu’, Ifrad
dan Qiran yang polanya berbeda-beda.<a href="https://ibb.co/nNFMtnXR"><img src="https://i.ibb.co/7dqtLR3b/IMG-20180820-WA0049.jpg" alt="IMG-20180820-WA0049" border="0"></a>
Selain ilmu haji yang
benar-benar dikuasai, kesiapan mental dan fisik juga harus dipersiapkan.
Sebelumnya berangkat, status pada diri segera ditanggalkan dan tanamkan bahwa
kita adalah mahluk yang kecil dan tak ada apa-apanya. Kedatangan kita ke tanah
suci semata-mata intuk beribadah karena Allah SWT.
Agar perjalanan ibadah
haji sempurna, tentu jamaah haji membawa bekal yang cukup baik ilmu maupun
bekal lainnya, namun yang perlu ditabung di tanah air sebanyak-banyaknya yakni
sabar terlebih di aragfah, musdalifah dan Mina(ARMINA).
Sebagai bagian dari jutaan jamaah
atau dari ratusan jamaah (satu kloter,red) prilaku jamaah macam-macam, ujian
itu sudah terasa saat berangkat ke tanah suci.
Proses perjalanan yang
lama dan melelahkan, tentu menguras tenaga yang akhirnya berpengaruh kepada
emosi. Disinilah, kesabaran diuji. Dalam hal apapun, jamaah wajib sabar seperti
naik lift, masuk kendaraan, buang air atau pembagian makanan. Selama di tanah
suci, jamaah diperlakukan sama meski ia di tanah air seorang pejabat, pegawai
pemerintah, pedagang, tukang sayur, anggota dewan semua sama perlakukannya.
Selama berada di Armina
, semua jamaah tak lepas dari kewajiban antri seperti buang air kecil
terlebih-lebih selama di Arafah dan Mina yang tempatnya sedikit, sementara di
lingkungan Masjidl Haram yang mempunyai ribuan kamar kecil tetap antri.
Dengan kondisi yang
terbatas itu, kita hendaknya harus pandai mengatur waktu termasuk jika dalam
kamar kecil. Salah satu hal yang perlu diperhatikan pakaian, kiranya tidak
terlalu ribet jika berada dalam kamar kecil yang kadangkala kebersihaannya
tidak terkontrol seperti tergenang air, banyak tisu dan sebagainya.
Agar pakaian kita
bersih, hendaknya biasakan memakai gamis dan sandal yang tidak mudah basah.
Dengan menggunakan gamis, saat buang air – terutama laki-laki tinggal diangkat
ke atas tidak harus dibuka-buka lagi. Seadainya menggunakan celana panjang,
umumnya dalam kamar kecil tidak ada tempat menggantung kecuali di areal yang
baru dibangun Pemerintah Arab Saudi.(bersambung/sdn)
Berita Lainnya
Rombongan Gubernur Kaltim, Bersih Dari Virus Covid 19
SAMARINDA (15/11-2021)nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp; Kegembi ....
- editor@ivan
- 15 Nov 2021
- 864
Tingkatkan Layanan Konsultasi Kesehatan, dr Leni Luncurkan Program SIASAT
SAMARINDA (26/2-2021)Dalam usaha meningkatkan kesehatan masyarakat terutama ASN Pemprov dan keluarga ....
- editor@ivan
- 26 Feb 2021
- 1542
Corona Menggila, Direktur RSU Kudungga Ikut Dirawat
SANGATTA (15/11)MasyarakatKutim terutama di Sangatta Utara dan Selatan, harus benar-benar waspada da ....
- editor@ivan
- 15 Nov 2020
- 6104
Randis Segera Dibagikan, Pemkab Juga Bakal Tarik Yang Belum Kembalikan
SANGATTA (29/1-2021)Ratusan kendaraan dinas hasil dari penarikan tim BPKAD dannbsp; Satpol PP Kutim ....
- editor@ivan
- 29 Jan 2021
- 534
Kendaraan Dinas Mulai Dikembalikan
SANGATTA (26/11-2020)Sikapnbsp; Pemkab Kutim terkaitnbsp; penggunaan asset daerah terutama kendaraan ....
- editor@ivan
- 26 Nov 2020
- 989



