Wagub Kaltim Hadi Mulyadi dan Plt Bupati PPU Hamdan saat mengikuti pertemuan dengan Deputi II KSP membahas soal lahan IKN.
JAKARTA (13/4-2022)
Kepekaan Gubernur Kaltim dengan masalah pertanahan di
kawasan Ibukota Negara (IKN) bakal timbul sehingga diantisipasi dengan Pergub
Kalimantan Timur Nomor 6 tahun 2020 tentang Pengendalian Peralihan Penggunaan
Tanah dan Perizinan pada Kawasan Calon IKN dan
Kawasan Penyangga, diapresiasi Deputi II Kepala Staf Kepresidenan
Abetnego Tarigan.
Dalam pertemuan dengan Wagub Hadi Mulyadi, diakui apa
yang menjadi prediksi Gubernur Isran terhadap kawasan IKN benar terjadi
terlebih setelah DPR-RI mensahkan UU IKN dengan menetapkan kawasan Sepaku – PPU
dan Kukar sebagai Ibukota IKN.
"Terima kasih Pak Wagub,
karena Gubernur Kaltim telah mengeluarkan kebijakan yang menjadi payung hukum
untuk bagaimana merespon perkembangan yang terjadi di lapangan," kata
Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Abetnego Tarigan dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan dan Skema
Penyelesaian Permasalahan Pertanahan, Kehutanan dan Strategi Komunikasi di
Kawasan IKN, Rabu (13/4).
Bersama
sejumlah pihak, Abetnego Tarigan mengungkapkan masalah tanah dan kehutanan di
kawasan IKN menjadi topik pembicaraan publik, sehingga pihak
Istana inten melakukan pemantauan serta evaluasi. “KSP mencatat banyak media menulis isu indikasi tumpang tindih lahan IKN
dengan tambang, perkebunan, permukiman, wilayah adat, dan lainnya berpotensi
menyebabkan konflik agraria,†bebernya.
Hal
lainnya, ungkapnya, pengadaan lahan IKN
yang dianggap berpotensi menggusur wilayah adat sehingga diperlukan pelibatan masyarakat adat dalam pembangunan
IKN, namun perlu disiapkan kerangka kebijakan serta upaya penanganan.
Pemprov
Kaltim, ungkap Abetnego, sudah melakukan jauh sebelum IKN ditetapkan yakni menyiapkan kerangka inventarisasi, verifikasi
dan pengelolaan permasalahan melalui Peraturan Gubernur Kalimantan Timur tentang Pengendalian Peralihan Penggunaan
Tanah dan Perizinan pada Kawasan Calon IKN
dan Kawasan Penyangga. “Kebijakan
Gubernur Isran ini harus didukung inventarisasi dan verifikasi klaim serta
proses penyelesaian oleh Kantor Wilayah ATR BPN dan Kantor Pertanahan,â€
pesannya seraya menyarankan penyusunan Ranperpres tentang Perolehan Tanah di
IKN dan pembentukan Satgas Pertanahan IKN.
Dalam rapat
yang dihadiri Wagub Hadi Mulyadi dan Plt
Bupati PPU Hamdan itu, KSP menyarankan semua Kementrian yang terlibat IKN membentuk Satgas Pembangunan IKN sehingga bisa efektif
dalam mencapai target.(SK12)
Berita Lainnya
Pasar Rakyat di Sangatta Utara Bakal Ditertibkan
SANGATTA (21/1-2021)Pasar dadakan yang bertambah di Sangatta Utara, bakal ditertibkan Pemkab Kutim. ....
- editor@ivan
- 21 Jan 2021
- 865
Isran : Kaltim Aman Berkat Dukungan Korem 091 ASN
SAMARINDAnbsp; (17/3-2022)nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp ....
- editor@ivan
- 17 Mar 2022
- 608
Isran dan Istri Kembali Disuntik Vaksin Covid 19
SAMARINDA (26/3-2021)Setelah mendapat vaksin Covid 19 tahap pertama, Gubernur Kaltim Isran Noor dan ....
- editor@ivan
- 26 Mar 2021
- 847
Kadin Kaltim Sumbang 200 Set Tabung Oksigen
SAMARINDA (7/9-2021)Kepedulian masyarakat untuk membantu Pemprov Kaltim dalam menangani korban Covid ....
- editor@ivan
- 07 Sep 2021
- 605
Server Bapenda Sudah Baik, Layanan Samsat Kembali Dibuka
SAMARINDA (6/7-2021)Gangguan server Bapenda Kaltim yang terjadi Senin (5/7) kemarin, berhasil diperb ....
- editor@ivan
- 06 Jul 2021
- 574


