Ketua Komisi B DPRD Kutim Hefni Armansyah
SANGATTA (13/4-2020)
Pertemuan Panja LKPJ Bupati Kutim
dengan sejumlah Kepala OPD, Rabu (14/2) terpaksa dihentikan karena ada beberapa
data dimiliki OPD yang belum sama dengan LKPJ. Beberapa
OPD yang telah dipanggil Pansus, hanya satu OPD yang singkron data anggaranya
dengan data LKPJ.
Pansus
yang dipimpin Ketua Komisi B DPRD Kutim Hefni Armansyah menyebutkan akibat ketidak sesuaian data dalam LPKJ dengan data anggaran yang
dipegang OPD, sehingga pertemuan dihentikan
sementara agar OPD dan Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah (Bappeda) yang menyusun LKPJ menyamakan
persepsi serta perbaikan data dalam LKPJ tersebut sesuai dengan data pada OPD masing-masing.
“Beberapa
OPD yang kami telah panggil untuk hearing terkait dengan LKPJ, hanya satu OPD yang benar datanya atau bersesuaian yakni Dinas Pengendalian
Lahan dan Tataruang. Mungkin dinas ini benar datanya karena memang tidak banyak
anggarannya, termasuk programnya. Kalau yang lain, semua beda,†bebernya.
Disebutkan, penyusunan data OPD berdasarkan Permandagri 13 tahun 2018 namun belum
disosialisasikan ke OPD sehingga
dalam penyusunan LKPJ sehingga belum sesuai dengan data yang dimiliki OPD.
“Kalau data yang muncul di OPD dan LKPJ
berbeda, harus dipahami, kalau data ini
terkait denga nilai anggaran yang dikelola, Kalau beda, jadi masalah. Karena itu, kami
minta agar OPD dan Bappeda menyamakan persepsi dulu, dalam menyajikan data
tersebut, baru hearing dilanjutkan. Kami berharap, hearing bisa dilanjutkan
mingu depan, setelah dilakukan perbaikan data,†jelasnya.
Ia mengakui, dalam aturan baru, dibatasi apa saja
yang akan disajikan. Karena itu, pihaknya minta untuk disamakan dulu seperti belanja gaji tidak perlu disajikan. “Karena
itu kami suruh kembali untuk melakukan
perbaikan,†sebut Hefni Armansyah.
Menurutnya, DPRD melakukan hearing dengan OPD, untuk
mengetahui realisasi anggaran dan sisa lebih perhitungan (Silpa). Kalau memang
satu OPD banyak Silpa, maka tahun depan ndak perlu dikasi anggaran banyak lagi karena tidak terserap, sementara di OPD lainnya ada yang masih kurang. “Tapi ini hanya
masalah teknis, bukan substansi. Karena kami sendiri masih mempelajari Permendagri
itu,†akunya.(SK06)
Berita Lainnya
Isran : Soal Gas Rumah Kaca Kita Segera Berbuat, Jangan Menunggu
SAMARINDA (20/1-2021)Program Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Skema FCPF-CF di Kalimantan Timur, dimin ....
- editor@ivan
- 20 Jan 2021
- 516
Penyekatan Dilakukan, Agar Masyarakat Terhindar Ancaman Covid 19
SANGATTA (28/7-2021)Penyekatan dalam Kota Sangatta selama masa PPKM Level 4 diberlalukannbsp; untuk ....
- editor@ivan
- 28 Jul 2021
- 792
PENCARIAN KETUT DIHENTIKAN DILANJUTKAN BESOK
nbsp;SANGATTA(28/5)Meski kedalaman air tempat ketutterjun, berkisar antara 6 -hingga 10 meter, tak m ....
- editor@ivan
- 28 Mei 2025
- 163
mau nikah curi motor teman, bulan madu gagal totaL
Mau mnikah di sulawesi,kandas di Sangkulurang.SANGATTA,swara Kltim.NAIT HATI untuk membahagiakancalo ....
POLRES KUTIM KIRIM 7 TON JAGUNG DARI MUARA WAHAU KE GUDANG BULOG SAMARINDA
SANGATTA.Jagung Pipil hasil kerja sama PolresKutim dengan PT DSN yang dipanen Jumat (7/8 )lalu, Kami ....

