Anggota Polres Kutim saat mengamankan TKP tempat AS ditemukan dalam keadaan tak bernyawa. Senin (21/9) pagi.
SANGATTA.
Polsek Sangatta kembali
mendapat tugas cukup berat, pasalnya Senin (21/9) pagi, sesosok j pria BERINSIl
AS ditemukan sudah tak bernyawa di sebuah Pondok di Sangatta Selatan.
PenemuAN jasad AS bermula Leonard Chandra Kaang, sekitar pukul
7.00an mendatangi pondok AS, namun, pintu pondok dalam kondisi tertutup dan korban
tidak merespons ketika dipanggil. Curiga
dengan keadaan AS, Leonard menghubungi
Markus Rombe Ketua RT 03 Dusun Danau Raya, Desa Sangatta Selatan. Kemudin Keduanya
kemudian bersama-sama memeriksa pondok AS.
‘’kami kembali memanggil AS,
namun tetap tak ada jawabanya dari dalam pondok. Ini tidak biasa karena kalau
dipanggil AS langsung menjawab, karena tida ADA jawaban AS, akhirnya Loenard
dan Markus sepakat untuk mendobrak pintu pondok AS.
Ketika keduanya berhasil masuk
pondok AS, betapa kagetnya keduanya melihat AS dalsam posisi terbaring di kasur namun tak bergerak
sementara keadaan badanya mulai meghitam dan bengkak-bengkak tanda orang sudah
meninggal dunia beberapa hari sebelumnya.
‘’Melihsat keadaan AS yang diduga
sudah meninggal dunia, kami dilaporkan
ke Polisi,’’ terang Markus.
Berdasarkan informasi Markus,
dalam waktu tak lama Polisi datang ke TKP yang terletak di gang Solata Jalan
Poros Sangatta-Bontang RT 03 Desa Sangatta Selatan, Kecamatan Sangatta Selatan.
‘untuk mengetahui penyebab
kematian AS, Polisi dari Polsek Sangatta dan Polres Kutim langsung melakukan
pengaman TKP serta penyelidikan dengan mengamankan beberapa barang bukti
termasuk mengumpulkan keterangan sejumlah saksi,’’ terang Kapolres Kutim AKBP
Aryansyah.
Berdasarkan keterangan sejumlsh
saksi, sebut Kapolres, AS peksn lalu masih terlihat waega sekitar beraktifitas
sekitar pondolnya.’’ AS memang tinggal seorang diri dengan aktifitas
sehari-hari mengumpulkan barang bekas, namun AS diketahui mengalami gangguan
jiwa semasa hidupnya,’’ beber Kapolres.
Untuk mengetahui pasti
kematian AS, jenazah AS dievakuasi ke RSU Kudungga untuk dilakukan visum et
refertum. Hasil visum et referrtum nanti akan dicocoksan dengan kondisi atau
temuan tim di lapangan sehingga bisa ditarik kesimpulan penyebabkematian AS. ‘’
ini memang PR bagi Polisi untuk mengungkapkan kasus ini, karena saksi dan bukti
pendukung minim sekali, meski demikian Polisi tetap melakukan penyelidikan
mendalam,’ sebut Kapolres.
Iapun mengimbau warga
masyarakat untuk segera memberitahu Polisi baik secara langsung mapun melalui
call ceter 110 jika menemukan kondisi mencurigakan atau membutuhkan bantuan
terkait keselamatan warga masyarakat. ‘’polisi akan segera memberikan bantuan
jika ada informasi masyarakat jika ada memerlukan bantuan pertolongan,’ pungkas
Kapolres.(sk01)
Berita Lainnya
berkat bea siswa pemkab kutim, ratusan guru kuliah S1 dan S2 di berbagai PTN
sangattakomitmen pemkab kutim untukmencipatakan pendidikan berkualitas, sejumlah beasiswa untuk sarj ....
Cegah Covid 19, Lapangan Sepak Bola Juga Disemprot Dengan Disinfektan
SANGATTA (25/7-2021)Kasus Covid 19 yang tak mengenal tempat, menjadi perhatuan aparat Kecamatannbsp; ....
- editor@ivan
- 25 Jul 2021
- 885
Tinjau Persemaian Mentawir, Presiden: Pembangunan IKN Diawali dengan Rehabilitasi Lahan
SEPAKU (14/3-2022)Memanfaatkanwaktu luang, Presiden Joko Widodo, merubah jadwal kegiatnya pada Senin ....
- editor@ivan
- 14 Mar 2022
- 715
simpan 4,7 gram m terdiam diamankan tim resnarkoba kutim.
sangatta, (30/6)tim resnarkoba polres kutim kembali beroperasi di bengalon,hasilnya penghujung bulan ....
- editor@ivan
- 30 Jun 2025
- 127
AMY Dituntut 2 Tahun, DA 2 Tahun 6 Bulan Ditambah Denda
JAKARTA (16/11)Dua terdakwa penyuap pejabat Pemkab Kutim yakni AMY dan DA, Senin (16/11) dituntut Ja ....
- editor@ivan
- 16 Nov 2020
- 909

