Kondisi salah satu SD di Kutim yang harus diperhatikan Pemkab Kutim
SANGATTA (11/11)
Pemkab Kutim memproyeksikan, pendapatan daerah tahun 2021 sebesar Rp 2,63 Triliun yang diharapkan dari dana transfer Rp 2,42 Triliun. Sementara itu Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 185 Miliar, sedangkan sumber pendapatan lain-lain dari pendapatan yang sah diproyeksikan Rp 27,15 Miliar.
Pjs Bupati Kutim Muhammad Jauhar Efendi menerangkan untuk belanja daerah diproyeksi Rp 2,63 Triliun yakni untuk belanja operasional, belanja modal, belanja tidak terduga dan belanja transfer. Paad belanja operasional, terang Jauhar, dianggarkan Rp 1, 311 Triliun, belanja modal sebesar Rp 1,019 Triliun, belanja tidak terduga Rp 1,5 Miliar dan belanja transfer Rp 304, 71 Miliar
Terhadap pembiayaan daerah, dijelaskan merupakan konsekuensi dari penerapan surplus atau defisit anggaran. “Dalam penyusunan pembiayaan dipengaruhi kondisi surplus maupun defisit anggaran dalam penyusunan APBD,†terangnya.
Pada tahun 2021, diharapkan terjadi balance antara pendapatan dan belanja daerah. Dimana proyeksi pendapatan daerah Rp 2,637 Triliun sementara proyeksi belanja daerah sebesar Rp 2,637 Triliun dengan catatan tidak ada silpa. “Dengan demikian pada tahun 2021 diasumsikan tidak terdapat baik penerimaan pembiayaan maupun alokasi pengeluaran pembiayaan,†bebernya.
Jauhar berharap, kesepakatan rancangan APBD serta penetapan belanja daerah tahun 2021 dapat dilaksanakan sesuai jadwal yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Kepada Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ia berharap bisa melaksanakan program prioritas serta berprinsip pada money follow program dengan memperhatikan penanganan pandemi Covid-19
Pemkab, ujar Jauhar, mengharapkan dukungan dan komitmen DPRD Kutim dalam kebijakan belanja daerah Kabupaten Kutai Timur tahun 2021 sehingga ada peningkatan proporsi yang memihak kepentingan public terutama mendorong terciptanya kemandirian dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, lanjutnya, tetap menjaga eksistensi penyelenggaraan pemerintahan. “Sinergitas antara eksekutif dan legislatif harus terus pertahanan dan ditingkatkan sehinga pembangunan Kabupaten Kutai Timur dapat dilaksanakan dengan fokud dan tuntas,†sebutnya.(02)
Berita Lainnya
Arafah Memutih Saat Wukuf
SANGATTA (19/7-2021)Usai melaksanakan shalat dzuhur yang dijamak dengan asar (18.15 Wita di Kaltim,r ....
- editor@ivan
- 19 Jul 2021
- 1062
Didukung Semua Daerah, Kaltim Berjuang Galakan Pengurangan Emisi
SAMARINDA (12/11-2021) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim tetap dengankomitmennya untuk mengurangi ....
- editor@ivan
- 12 Nov 2021
- 496
Kendaraan Dinas Mulai Dikembalikan
SANGATTA (26/11-2020)Sikapnbsp; Pemkab Kutim terkaitnbsp; penggunaan asset daerah terutama kendaraan ....
- editor@ivan
- 26 Nov 2020
- 990
Sidang Ism Cs Bakal Buka Semua Tabir Penyimpangan
SAMARINDA (17/11)Kasus gratifikasi yang melibatkan pejabat Pemkab Kutim, bakal membuka tabir kasus l ....
- editor@ivan
- 17 Nov 2020
- 681
Bupati Sri Perlihatkan Keindahan Berau ke Hans Brattskar
SAMARINDA (11/11-2021)nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp; BupatiB ....
- editor@ivan
- 11 Nov 2021
- 513



