Catatan Ke Turki 12 : Keluar Masuk Toko, Untuk Memanaskan Badan
- editor@ivan
- 08 Mar 2022
- 781
Saya ketika berada di sebuah pusat keramaian Istanbul hanya menggunakan sepatu sandal, sweater, serta tanpa jaket tebal, bandingkan dengan warga lainnya selalu memakai sepatu dan jaket tebal.
SEBAGAI wilayah yang termasuk Eropa, cuaca di Turki tak jauhnya dengan negara-negara Eropa lainnya. Berdasarkan catatan, antara bulan Januari hingga Maret, Turki dilanda musim dingin. Tak heran warga masyarakat apakah warga Turki atau pendatang, semua menggunakan sepatu, jaket tebal serta penutup kepala dan kuping.
           Memakai
jaket tebal, tutup kepala dan kuping plus sepatu tentu saja agar tidak
kedinginan karena pada jam-jam tertentu tepatnya antara pukul 15.00 hingga
pukul 09.00, udara dingin sangat terasa menusuk terlebih dimalam hari.
           Bagi
warga Turki terutama Istanbul, mereka jika berada di luar gedung selain memakai
pakaian tebal atau tepatnya anti dingin, serta selalu bergerak sehingga bisa
menimbulkan panas badan.
           Ditengah
terpaan dingin yang menusuk tulang itu, sejumlah warga sempat heran melihat
saya. Bahkan ada yang sempat berpaling melihat saya yang tampak begitu santai
bahkan begitu asyik melihat-melihat bangunan yang ada.
           Sikap
warga Istanbul yang selalu melirik saya itu, baru disadari ketika menikmati KRL
Turki yang bersih, dan lengang. Dalam perjalan sebuah stasiun, saya sempat
bertemu seorang wanita yang mengaku berprofesi guru.
           Dalam
percakapan itu, ia sempat menanyakan asal saya dan tujuan ke Istanbul. Namun,
yang membuat saya kaget ketika ia menayakan pakaian saya kok tidak memakai
sepatu dan jaket plus tutup kepala atau kuping. “Anda kuat, dingin-dingin gini
tanpa sepatu dan jaket padahal saat ini udara Isntanbul dingin sekali,†sebut
wanita tadi.
           Mendengar
pertanyaan sang guru tadi, saya baru sadar memang selama ini tidak ada
persiapan apa-apa ke Turki. Sarung tangan saja yang saya bawa ternyata hanya
sebelah  sehingga harus beli sementara
sepatu yang digunakan sepatu sandal tanpa kaos kaki sehingga terbuka, kemudian
jaket hanya sweater yang tipis.
           Alhamdulillah,
karena selalu makan cokelat dan minum teh berikut jahe, udara dingin Istanbul
bisa dilawan meski kerap keluar masuk toko cendramata sekedar untuk memanaskan
badan plus keluar masuk WC.(bersambabung/syafarnuddin)
Berita Lainnya
Bayar Pajak Tepat Waktu, 3 Kali Untung
SAMARINDA (8/11)Bapenda Kaltim terus berupaya melakukan trobosan, salah satunya dengan program tripl ....
- editor@ivan
- 08 Nov 2020
- 977
BOI Segera Berkerja di Kaltim
SAMARINDA (15/4-2022) Setelah sempat bertemu beberapa menit di Balikpapan, KepalaBadan Otorita IKN ( ....
- editor@ivan
- 15 Apr 2022
- 1025
Penghuni Wisma Rindu Malam Diamankan Polisi
SANGATTA (21/12-2020)Diduga sedang pesta sabu, 4 orang berinisial In, De, Ka dan Jam diamankan anggo ....
massa gelar shalat goib sebelum orasi
sangatta(1/9)massa yang tergabung dalam aliansi kutimmelawan sebelum menyampaikan orasi di simpang 4 ....
- editor@ivan
- 01 Sep 2025
- 148
sudah 34 orang mendaftar program pasca sarjana stie nusantara,
sangatta (23/6)warga Kutai Timur yang sudahmendaftar di program pasca sarjana (s2) stie nusantara hi ....
- editor@ivan
- 23 Jun 2025
- 273

