Terkait sollar cell : Sekda Kutim Gagal Dimintai Keterangan
- editor@ivan
- 26 Jul 2021
- 1251
Salah satu proyek sollar cell yang dibuat Pemkab Kutim pada tahun 2020 yang berbuntut gratifikasi kepada pejabat Pemkab Kutim.
SANGATTA (26/7-2021)
Kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) dalam pengadaan solar cell di Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) masih dalam penyidikan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutim, belakangan agendanya mulai menyasar pejabat Pemkab Kutim.
Selain mengumpulkan bukti tambahan, tim penyidik Kejari Kutim juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi baik pejabat, PPTK maupun kontraktor. Bahkan sejak beberapa hari yang lalu ada 102 saksi yang dimintai keterangan, hanya saja proses pemeriksaannya  terhenti karena  beberapa tim Jaksa Penyidik yang terpapar covid-19.Â
“Pada tanggal 26 Juli 2021 tim akan meminta keterangan Irawansyah sebagai Sekda Kutim, kehadiran Irawansyah dalam kapasitas selaku ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sekaligus sebagai Pengguna Anggaran (PA) dalam kegiatan pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Solar Cell Home System di DPMPTSP,†terang Kepala Kejaksaan Negeri Kutai Timur, Hendriyadi W Putro yang disamopaikan Kasi Intelijen Yudo Adiananto.
Sayangnya, Irawan dengan alasan sakit belum bisa hadir sehingga akan dilayangkan surat panggilan kedua. “Irawan melalui ajudannya juga tidak menyampaikan surat keterangan sakitnya kepada Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri Kutai Timur, kecuali hanya secara lisan,†terang Yudo dalam keterangan perasnya, Senin (26/7).
Selain memanggil Irawan, Kejari juga melakukan pemanggilan terhadap beberapa saksi lainnya antara lain Kabid Ekonomi SDA dan Lingkungan Hidup Bappeda TA 2020, Plt Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Kabupaten Kutai Timur TA 2020, Kabid Anggaran pada BPKAD dan Kasubid Ekoonomi, SDA dan Lingkungan Hidup BAPPEDA TA 2020. “Mereka akan diperiksa sebagai saksi mulai Selasa besok, selain itu juga dipanggil direktur perusahaan yang melaksanakan pekerjaan,†terangnya.
Seperti diberitakan, dugaan penyimpangan dalam pengadaan solar cell yang menjadi pertanyaan masyarakat disaat KPK melakukan OTT Tahun 2020 lalu, akhirnya diselidiki Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutim.
Proyek yang disebut-sebut “Proyek Salah Kamarâ€Â diduga melibatkan orang tertentu di Pemkab Kutim termasuk mantan pejabat. “Proyek solar cell itu, aneh kok dikelola Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu yang tugas pokoknya bukan menangani solar cell,†terang sumber media ini.
Sebanyak kurang lebih Rp 94 miliar dianggarkan pemerintah daerah untuk membiayai 460 paket pekerjaan pengadaan solar cell. Dari penyidikan yang dilakukan Kejari Kutim, unsur Tipikornya mulai tampak sehingga beberapa orang sudah menjadi tersangka meski belum dipublis kepada masyarakat.(SK03)
Berita Lainnya
1.200 Sertifikat Tanah Diserahkan ke Mayarakat
SANGATTA (18/11)nbsp;Pemkabnbsp; Kutai Timur (Kutim) sudahnbsp; menyerahkan 1.200 lembar sertifikat ....
- editor@ivan
- 18 Nov 2020
- 817
capai 119 nm2 menggunakan RIB SAR Pos Sangatta cari hasrianto
SANGATTA BASARNAS Pos Sangatta mengerahkan 6 personilnya dalampencarian Hasrianto (37) warga Muara B ....
2 Warga Sangatta Utara Dibekuk Resnarkoba Polres Kutim
SANGATTA (11/11)Dua penyalahguna Narkobanbsp; di Sangatta, yakni TFA (20) dan SL (36), Selasa (10/11 ....
- editor@ivan
- 11 Nov 2020
- 967
Pegawai Terpapar Covid 19, Samsat Muara Wahau Ditutup
SAMARINDA (12/7-2021)Akibat pegawai Samsat Muara Wahau, terpapar Virus Covid 19, layanan pada Samsat ....
- editor@ivan
- 12 Jul 2021
- 701
Jangan Lengah Dengan Covid 19, Pengelola Obyek Wisata Wajib Galakan Prokes
SAMARINDA (29/12-2020)Menjelang tutup tahun 2020, Gubernur Kaltim Isran Noor mengaku sedih karena ka ....
- editor@ivan
- 29 Des 2020
- 605

