shalat istisqa di depan ktr PWI Kaltim (foto Ist)
SAMARINDA.
Sejumlah anggota Persatuan
Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur bersama sukarelawan Info Taruna
Samarinda (ITS), Senin (7/9) menggelar
shalat Istisqa (shalat memohon hujan) di pinggir Biola Samarinda. Aksi spontan di depan kantor PWI
Kaltim ini digelar menyusul musim
kemarau panjang lebih dari dua bulan yang memicu kebakaran lahan dan kabut asap
pekat di wilayah tersebut.
Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman
Amin, mengungkapkan bahwa kegiatan ini lahir dari rasa prihatin yang mendalam
terhadap kondisi cuaca ekstrem di Kalimantan Timur.“Shalat Istisqa ini
dilaksanakan secara spontan karena melihat cuaca yang begitu panas. Sudah lebih
dari dua bulan hujan tidak turun, dan kebakaran lahan terjadi di mana-mana
hingga kabut asap mulai menyelimuti Kota Samarinda. Kami berusaha bersama umat
Islam lainnya mengetuk pintu langit, semoga Allah mengabulkan doa kami,” ujar
Abdurrahman, Senin.
Kegiatan diikuti Wakil Wali
Kota Samarinda H. Saefuddin Zuhri, S.E., M.M., Kepala Dinas Komunikasi dan
Informatika (Diskominfo) Dr. Aji Syarif Hidayatullah, S.Sos., M.Psi., serta
beberapa anggota Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP).Wakil Wali
Kota Samarinda Saefuddin Zuhri mengimbau masyarakat untuk bersama-sama
merefleksikan diri di tengah dampak negatif kemarau ini.“Ayo warga Kota
Samarinda, kita ketuk pintu langit. Kita minta ampunan Allah agar segera
menurunkan hujan yang membawa keberkahan dan menghilangkan asap dari Kota
Samarinda melalui shalat Istisqa ini,” tutur Saefuddin, mengapresiasi inisiatif
PWI Kaltim dan ITS.
Wakil Walikota Samarinda
Saefuddin Zuhri saat menyampaikan pesan untuk masyarakat Samarinda.
Meski dilaksanakan di pinggir
jalan, prosesi ibadah yang diikuti sekitar 50 jurnalis dari berbagai media ini
berlangsung khusyuk. Jalannya shalat diimami oleh ulama asal Solo, Jawa Tengah,
Habib Abdul Qodir bin Yahya Al Habsy.
Saat memimpn shalat Habib
Abdul Qodir bin Yahya Al Habsy.Pada rakaat pertama, setelah takbiratul ihram, ia
memimpin tujuh kali takbir tambahan sebelumnya membaca surah Al-Fatihah dan surah Al-A’la.
Memasuki rakaat kedua, imam menambah lima takbir tambahan setelah sujud,
dilanjutkan membaca surah Al-Fatihah dan Al-Ghasyiyah.
Dalam khutbahnya, ia menekankan
pentingnya tobat dan kembali kepada Allah SWT demi menghapus segala khilaf agar
dosa dibersihkan secara total. di zaman Rasulullah ? ketika seorang sahabat
datang mengeluhkan bencana kekeringan, tanaman mati, dan sulitnya rezeki. ‘’Solusi
yang diajarkan Nabi Muhammad SAW adalah memperbanyak istighfar memohon ampunan
Allah,’’ kata Habib Abdul Qodir bin Yahya Al Habsy.
Iapun menyampaikan tiga pesan
penting agar hujan segera diturunkan. Pertama, memperbanyak istighfar. Kedua,
menyambung kembali tali silaturahmi dengan membuang keangkuhan, mendatangi
saudara serta orang tua tanpa memedulikan respons mereka. Ketiga, ia
mengingatkan bahaya menahan hak orang lain yang dapat menghalangi datangnya
rahmat.
“Tidak
akan ditolak hujan di suatu daerah kecuali mereka sendiri yang mencegah dengan
menahan zakat. Maka perhatikan zakat-zakat kita, karena menahannya dapat
mencegah turunnya hujan. Serta yang terpenting, perhatikan ibadah-ibadah kita
jangan sampai ada yang terlalaikan,” pungkas Habib dalam khutbahnya.(sk07)
Berita Lainnya
Ism dan EUF Didakwa Menerima Gratifikasi Lebih Rp22 M
JAKARTA (19/11)Bupati Ism bersama istrinya,nbsp; UEF ternyata tidak saja menerima uang dan hadiah la ....
- editor@ivan
- 19 Nov 2020
- 1169
Isran Ingatkan Pegawai Pemprov Bekerja Jujur dan Ihlas
SAMARINDA (26/3-2021)Perhatian Gubernur Kaltim Isran Noor kepada bawahanya tidak bida dipungkiri, te ....
- editor@ivan
- 26 Mar 2021
- 816
Bupati Ardiansyah Shalat Idul Adha Dengan Keluarga
SANGATTA (20/7-2021)Karena Sangatta yang masih dalam zona merah Pandemic Covid 19, Bupati Kutim Ardi ....
- editor@ivan
- 20 Jul 2021
- 691
Isran : Izin Tambang Cukup Camat Saja Â
SAMARINDA (27/4-2022) Demi memberi kesempatanberusaha, Gubernur Kaltim Isran Noorberharap izin galia ....
- editor@ivan
- 27 Apr 2022
- 1071
Kaltim Silent Pasti Dievaluasi
SAMARINDA(7/2-2021) Pelaksanaan Kaltim Berdiam Diridi Rumah dalam dua hari terakhir (6-7/2)dalam ran ....
- editor@ivan
- 07 Feb 2021
- 574

