Jenazah korban serangan Virus Covid 19 saat disemayamkan di RSU AW Syahrani Samarinda, sebelum dimakamkan di Pemakaman Serayu oleh tim Satgas Covid 19.(foto Ist)
SAMARINDA (11/7-2021)
Meningkatnya kasus Cvid 19 di Kaltim menyebabkan provinsi ini dalam zona merah beberapa hari terakhir. Sesuai Inmendgagri Nomor 20 Tahun 2021, Gubernur Kaltim Isran Noor kembali menerbitkan Intruksi Gubernur (Ingub) terkait pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid 19.
Intruksi gubernur yang diterbitkan dengan Nomor 15 tahun 2021, terang Kepala Biro Humas Setda Kaltim, M Syafranuddin, ditujukan kepada semua kepala daerah termasuk camat, lurah dan kades terlebih bagi Kabupaten Berau, Kota Balikpapan dan Bontang. “Pada Ingub tanggal 9 Juli 2021 yang mulai diberlakukan tanggal 12 Juli 2021 ini,
ditegaskan kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan daring, sedangkan kegiatan non esensial diberlakukan WFH total sementara yang ensensial diijinkan WFH dari 10 persen hingga 50 persen,†jelasnya.
Bersama Jubir Satgas Pencengahan Covid 19, Andi Muhammad Ishak, disebutkan pada kelompok kritikal seperti sektor kesehatan, Kamtibmas diberikan rekomendasi tetap beroperasi 100 persen, sedangkan supermarket, pasar tradisional, toko kelontong serta pasar swalayan diijinkan buka hingga pukul 20.00 Wita dengan kapasitas pengunjung maksima 50 persen dari kapasitas yang ada.
“Tempat makan dan minum apakah warung makan, kafe, PKL atau lapak jajan baik yang berada di lokasi tersendiri maupun berada dalam satu pusat pemberlanjaan hanya boleh menerima delivery, tidak boleh makan atau minum ditempat,†jelasnya.
Terkait dengan kegiatan resepsi pernikahan dan sejenisnya, ditegaskan tidak dijinkan untuk sementara waktu termasuk kegiatan yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumuman. “Jika ada yang membandel, akan dikenakan sanksi mulai administrative hingga penutupan usaha selain itu dianggap melanggar UU tentang wabah penyakit menular, UU Kekarantinaan Kesehatan serta UU Perda atau Pergub terkait,†beber Ivan.
Jubir Pemprov Kaltim ini menambahkan, Gubernur menginstruksikan bupati dan walikota segera menetapkan dan mengatur PPKM Mikro hingga tingkat RT. “Kondisi Kaltim saat ini mengkhawatirkan, korban Covid 19 terus bertambah karenanya mari kita saling bahu membahu untuk membebaskan Kaltim segera bebas dari ancaman Covid 19,†sebut Syafranuddin.(SK07)
Berita Lainnya
Wagub Hadi Temui Nakes Yang Merawat Pasien Covid 19
SAMARINDA (26/1-2021)Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Hadi Mulyadinbsp; memotivasi keluarga besar RSU A ....
- editor@ivan
- 26 Jan 2021
- 620
Brigjen TNI Cahyo Pamitan Dengan Isran
SAMARINDAnbsp; (16/3-2022)Usai menyerahkan tugas dantanggungjawab sebagai Danrem 091 ASN di Makodam ....
- editor@ivan
- 16 Mar 2022
- 578
34 orang ikuti ukw garapan PWRI Kutim
SANGATTA (10/7)BUPATI kUTAI Timur (Kutim) ARDIANSYAH SULAIMAN mengapresiasi organisasi wartawan diKu ....
DPRD Kutim Berhasil Bongkar Akar Kekisruhan di STIPER Sangatta
SANGATTA (12/4-2022)nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp; Kekisruhan yang selama i ....
- editor@ivan
- 12 Apr 2022
- 824
Gubernur Isran Usulkan 2.513 Formasi Untuk Guru
JAKARTA (23/3-2021)Kebutuhan akan tenaga guru atau pendidik di Kaltim, besar. Disisi lain proses pen ....
- editor@ivan
- 23 Mar 2021
- 970


