Membedah Dakwaan Kasus Gratifikasi Pejabat Kutim (3) : Sepengetahuan Ism, EUF menerima uang dari DA
- editor@ivan
- 25 Nov 2020
- 840
Persidangan kasus gratifikasi yang melibatkan pejabat Pemkab Kutim
DA - seorang pengusaha muda di Sangatta dan yang kini sedang menanti putusan Majelis Hakim PN Tipikor Samarinda, diungkapkan Tim JPU KPK, pada bulan Oktober 2019 bertemu Ahmad Firdaus- pejabat di Bappeda Kutim. Daalm pertemuan di Kantor Firdaus ini, DA meminta list proyek pokir EUF.
Daftar yang sudah diinput Firdaus dalam daftar KUA PPAS, kembali dibawa DA ke UEF untuk mendapatkan persetujuan atau rekomendasi agar DA sebagai pelaksana proyek. Paket proyek yang diminta DA yakni Pengadaan Pagar dan Rehab Lingkungan Masjid Al Amin RT 19
Dusun Sungai Tabuan Desa Sangkima, Pengadaan Solar Home System RT 19 Dusun Sungai Tabuan Desa Sangkima masing-masing senilai Rp200 juta, kemudian peningkatan Jalan RT 19 Dusun Sungai Tabuan Desa Sangkima serta Peningkatan Jalan RT 20 Dusun Sungai Tabuan Desa Sangkima yang nilainya sama-sama Rp500 juta.
Terhadap daftar proyek yang dibawa DA, terdakwa UEF sebagai pemilik Pokir menyetujui dan meminta DA menghubungi dinas terkait, selai itu UEF kepada DA mennyiapkan commitment fee yang sewaktu-waktu diminta. “Pesan terdakwa UEF, DA menyetujuinya,†terang tim JPU KPK.
Sebagai istri Ism, ungkap tim JPU KPK, terdakwa UEF dengan sepengetahian Ism menerima uang dan barang dari DA sebanyak Rp780,3 juta. Uang yang diterima UEF dari DA, pada tahun 2019 sebesar Rp65 juta untuk pembelian 1 (satu) unit mobil, kemudian pada bulan Agustus 2019 mendapat 6 unit sepeda senilai Rp7 juta, lalu dalam bulan yang sama menerima Rp5 juta melalui transfer ke nomor rekening Bank BNI atas nama Desi, kemudian Rp10 juta melalui transfer ke nomor rekening Bank BRI atas nama Rosita Aksari, penghujung Agustus 2019 kembali menerima Rp10 juta melalui transfer ke nomor rekening Lilis Manda Sari.
Pada tanggal 5 September 2019, EUF menerima uang sebesar Rp10 juta melalui transfer ke rekening Bank Mandiri miiknya, Pada tanggal 9 September 2019 melalui Mus, EUF menerima uang sebesar Rp20 juta.
Di bulan Januari 2020 di Rumah Jabatan Bupati Kutai Timur, EUF menerima 1 kartu ATM BRI atas nama Irwansyah (adik ipar DA,red) yang saldonya Rp100 juta, beberapa hari kemudian EUF menerima uang sebesar Rp100 juta yang dikirim melalui transfer ke nomor rekening Bank Mandiri miliknya. Setelah itu, kembali menerima Rp100 juta melalui transfer ke nomor rekening Bank BRI atas nama Cece Indah Wahyuni, lalu Rp5 juta melalui transfer ke nomor rekening Bank BPD Kaltim atasn nama Rian, lalu Rp20 juta melalui transfer ke nomor rekening Bank Mandiri.
Pada tanggal 30 Januari 2020, EUF menerima Rp100 juta melalui transfer ke nomor rekening Bank BRI atas nama Fitriyani. Pada tanggal 30 Januari 2020, EUF menerima uang sebesar Rp75 juta melalui transfer ke nomor rekening Bank Mandiri.
Tim JPU KPK, terus menyebutkan tanggal 30 Januari 2020, EUF yang dikenala sebagai Ketua DPC PPP Kutim, menerima uang Rp10 juta melalui rekening Bank Kaltim atas nama Mohammad Fasral Hafid, Pada tanggal 15 Februari 2020 menerima uang sebesar Rp20 juta melalui transfer ke Bank BNI atas nama Rusman.(bersambung)
Berita Lainnya
Gubernur Isran Ikut Vaksin Covid 19
SAMARINDA (25/2-2021)Sesuai tahapan vaksin Covid 19 dimana sasaranya warga masyarakat lanjut usia (L ....
- editor@ivan
- 25 Feb 2021
- 699
Kasus Covid Meningkat, Pasca Liburan Panjang
SAMARINDAnbsp; (9/1-2021)Kasus Covid 19 di Kaltim, dalam pekan pertama bulan Januari 2021 mengalamin ....
- editor@ivan
- 09 Jan 2021
- 748
Wagub Hadi Pimpin Shalat Jenazah di RSU AW Syahrani Samarinda
SAMARINDA (10/7-2021)Kabar wafanya Hajjah Ferucha Aristah Ardans (55) sempat membuat Wagub Kaltim Ha ....
- editor@ivan
- 10 Jul 2021
- 568
10 UMKM Semarakan Kedatangan Wapres
SAMARINDA (1/11-2021) Menyambutkedatangan Wapres RI KH Maruf Amin, Dinas Perdagangan, Industri dan K ....
- editor@ivan
- 01 Nov 2021
- 497
Hanya 2 Jam, Polsek Sangkulirang Tetapkan HG Sebagai Tersangka
SANGATTA (4/12-2020)Jajaran Polsek Sangkulirang tak perlu waktu lama berhasil mengungkap kasus penga ....
- editor@ivan
- 03 Des 2020
- 1377


