Isran Prihatin, Banyak Sudah Tokoh dan Tenaga Kesehatan Tumbang Karena Covid 19
- editor@ivan
- 24 Jul 2021
- 747
Gubernur Kaltim Isra Noor ketika mengikuti salah kegiatan Unmul Samarinda terkait penanganan Covid 19.
SAMARINDAÂ (24/7-2021)
Meski berusaha menutup kesedihannya dengan cara mengajak tamunya atau peserta rapat tertawa, gembira meski yang dibahas serius yakni menyangkut kesehatan dan nyawa orang banyak, namun sebagai manusia biasa, Gubernur Kaltim Isran Noor tak dapat menutup kesedihannya.
Setiap ia akan mengucapkan kalimat soal data pasien, tenaga kesehatan dan kematian warga masyarakat yang terpapar Virus Corona, suaranya tampak berat. “ Sejak Virus Corona diketahui ada di di seantero negara, bahkan merambah Indonesia, tidak sedikit tokoh nasional, daerah, tenaga kesehatan, ulama, ustadz, pejabat, hingga hingga masyarakat yang meninggal dunia, disisi berbagai upaya dilakukan pemerintah beserta kekeuatan elemen lainnya,†kata Isran.
Hal serupa, diakuinya terjadi di Kaltim, ia bahkan tak mampu lagi menghitung berapa banyak rekan-rekannya, gurunya, termasuk PNS Pemprov Kaltim yang wafat. Kondisi ini sungguh memprihatinkan. “Hari ini kita bisa tersenyum, tertawa bahkan menyiyir orang lain terkait Covid 19 terlebih terhadap pemerintah dalam menangani wabvah penyakit yang tak obatnya pamungkasnya ini, namun saya yakin dibalik nyinyiran itu ada rasa khawatir juga karena Covid 19 sudah tambah pintar dengan membelah diri lagi dengan varian baru yang sulit dideteksi,†ujar Isran.
Banyaknya orang-orang penting termasuk tenaga kesehatan yang terpapar bahkan harus merenggang nyawa, diakui Isran sangat mengusik perhatiannya sehingga ia ingin membantu keluarga yang ditinggalkan. “Memang apa yang Pemprov berikan tak menghapus kedukaan itu, namun apa yang bakal diberikan tiada lain bisa memberikan sebagai bentuk empaty atas duka yang dialami keluarga yang ditinggalkan,†ungkap Isran dengan nada amat dalam.
Ia menandaskan dan mengingatkan masyarakat, upaya pemerintah untuk melawan Covid 19 sudah dilakukan sejak awal, segala upaya dikerahkan baik SDM maupun keuangan. Bahkan pada tahun 2020 lalu, sejumlah anggaran dipangkas dialihkan untuk penyediaan APD agar tenaga kesehatan bisa bekerja maksimal . Namun, usaha itupun masih gagal karena masih banyak Nakes yang gugur demi menyelamatkan naywa orang lain. “Kini mari kita saling bantu membantu, sekecil apapun bantuannya sangat berarti seperti jika ada tetangga kita yang terpapar sedang melakukan Isoman, mari kita bantu dengan kemampuan yang ada. Hal serupa tidak menutup kemungkinan bisa menimpa kita dan keluarga,†imbuh Isran seraya mengingatkan masyarakat berbaik baik ketimbang membuat hal-hal negatif yang tidak ada manfaatnya.(SK7/SK8)
Berita Lainnya
Wagub Hadi Harapkan HI Galakan Sosialisasi Lawan Hoax
SAMARINDA (7/11)WakilGubernur Kaltim Hadi Mulyadi berharap nbsp;Komisi Informasi (KI) Kaltimnbsp; be ....
Jauhar : UMKM Didorong Terus Bergerak Meski Corona Mewabah
SANGATTA (1/11) UMKM harus digerakan terlebih di tengah mewabahnyaVirus Corona, karena UMKM bisa mem ....
Gedung Lavender RSU Dr KD Balikapan Bukti Keseriusan Pemprov Kaltim
BALIKPAPAN nbsp;(31/3-2022)nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp; Ma ....
- editor@ivan
- 31 Mar 2022
- 653
Polres Kutim khitan anak secara gratis
SANGATTA (17/6)Menyemarakan hari bhayangkara ke80 Polres Kutim, Rabu (17/6) menggelar SunatanMassal ....
Tanah dan Air se Indonesia Bersatu di IKN
BALIKPAPAN (14/3-2022)Presiden Joko Widodo (Jokowi)memimpin prosesi penyatuan tanah dan air se Indon ....
- editor@ivan
- 14 Mar 2022
- 644


