Isran : Jaga Lahan Pertanian, Jangan Dijadikan Pemukiman
- editor@ivan
- 27 Jan 2021
- 522
Gubernur Isran Noor saat menanam benih padi di Paser
SAMARINDA (27/1-2021)
Gubernur Kaltim Isran Noor berharap lahan pertanian di Tanah Grogot, tidak dijadikan kawasan pemukiman demi menjaga ketersediaan pangan di masa mendatang terlebih pasca Pandemic Covids 19 dimana diperkirakan WHO terjadi kelangkaan pangan.
Saat bersilahturahmi dengan petani Desa Sungai Tuak, Rabu (27/1) ia minta, lahan-lahan pertanian benar-benar dijaga. Mantan PPL ini, menyebutkan kebutuhan angan pangan terus meningkat sementara lahan untuk pertanian semakin mengecil karena pertumbuhan kota.
Dalam kunjungannya ke Paser ini, Isran melalukan pencanagan Gerakan Tanam Padi Sawah di kawasan Kelompok Tani Sipakainge Desa Sungai Tuak, bersama Wakil Bupati Paser Kaharuddin, Asisten Administrasi Umum HS Fathul Halim, Dandim Paser, Kapolres Paser , Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Siti Farisyah Yana serta sejumlah pejabat lainnya.
Sebelum melakukan Gerakan Tanam berjargon Bersama Kita Menjaga Pangan Menuju Kaltim Berdaulat Pangan, Isran menyerahkan  bantuan benih padi, jagung dan alat tanam jagung secara simbolis diakhiri penanaman padi oleh Gubernur Isran Noor bersama Wabup Kaharuddin.
“Pemprov Kaltim telah dan terus berkomitmen membangun dan mengembangkan sektor pertanian. Bantuan benih, bantuan peralatan dan bantuan prasarana lainnya terus saja kita berikan, disesuaikan kebutuhan petani, juga nelayan," terangnya.
Ia menegaskan, masalah pertanian sudah menjadi komitmenya sehingga menjadi catatan penting baginya, agar program prioritas ini bisa berjalan dengan baik dan terarah.
Gubernur kembali mengingatkan kepala daerah terutama instansi terkait agar dalam menyalurkan bantuan pertanian disesuaikan kebutuhan petani, karena sepengetahuannya ada bantuan yang diberikan kepada petani tetapi tidak sesuai kebutuhan sehingga tidak dimanfaatkan bahkan tidak terpakai dan terbuang percuma. "Ada bantuan alsintan berupa traktor mini, traktor besar. Tidak jalan, karena tidak diperlukan. Jadi besi tua, buruk maha," ungkap Isran Noor.
 Gubernur berharap seluruh stakeholder terkait benar-benar menyusun perencanaan program dan melibatkan berbagai pihak, terlebih rencana penyaluran bantuan sarana dan prasarana pertanian. Gertam di Kelompok Sipakainge di luas lahan 60 hektar dari potensi 200 hektar yang dikelola 10 kelompok tani Desa Sungai Tuak.(sK07)
Berita Lainnya
Tingkatkan Layanan Konsultasi Kesehatan, dr Leni Luncurkan Program SIASAT
SAMARINDA (26/2-2021)Dalam usaha meningkatkan kesehatan masyarakat terutama ASN Pemprov dan keluarga ....
- editor@ivan
- 26 Feb 2021
- 1569
Calhaj kutim tergabung kloter 4 BPN Bersama BERAU
SAMARINDA,(8/5)Calon jamaah haji (calhaj)kutim dua hari lagi masuk Asrama Haji Batakan, mereka terga ....
- editor@ivan
- 08 Mei 2025
- 177
usai shalat dzuhur , pecah tangis jamaah
ssamarinda (5/6)usai shalat dzuhur dijamak denganasar,pukul 12.25 was atau 19.25 witanbsp;pecah tang ....
- editor@ivan
- 05 Jun 2025
- 109
rakor forkopimda kutim bahas soal sidrap
RAKOR FORKOMPIMDA KUTIM BAHASSIDRAPsangattanbsp; (24/7)masalah dusun sidrap yang beradadi daerah per ....
- editor@ivan
- 24 Jul 2025
- 108
KARTU NUSUK HARUS DIJAGA JANGAN SAMPAI HILANG JIKA INGIN AMAN SELAMA DI TANAH SUCI
samarinda (15/5)kartu nusuk harus dijagabaik-baik ibarat anggota tni, kartu nusuk merupakan istri pe ....
- editor@ivan
- 15 Mei 2025
- 138


