Intoniswan :Â Berhenti Berdebat Soal COVID19 dan PPKM, Corona Itu Ada
- editor@ivan
- 13 Jul 2021
- 623
Intonistwan - Ketua Forum Komunikasi Penyintas Covid 19
SAMARINDA (13/7-2021)
Ketua Forum Komunikasi Penyintas Covid1919 Kaltim mengingatkan sudah saatnya masyarakat berhenti berdebat soal atau atau tidak adanya Covid 19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diterapkan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kaltim sebab, tak ada manfaatnya dan membuat bingung, sebaliknya korban terus berjatuhan akibat terpapar Covid
“Para ahli kesehatan dari 216 negara di dunia sudah menegaskan Covid 19itu ada. Pemerintah baik di pusat maupun di daerah sedang bekerja keras mengatasi agar penularannya tidak semakin masif,†kata Intoniswan yang pertama kali terpapar Covid 19 bulan Maret lalu.
Berdasarkan laporan Satgas Penangangan Covid1919 Kaltim, Selasa (13/7) dalam 24 jam terakhir, jumlah orang terpapar Covid19 di Kaltim sebanyak 1.498 orang dan meninggal sebanyak 51 orang, sedangkan jumlah orang yang sedang menjalani perawatan untuk sembuh bertambah 960 orang.
“Perkembangan kasus positif tersebut sangat mengkhawatir, karena tempat tidur di rumah sakit-rumah sakit pemerintah penuh. Kalau pun pemerintah bisa dengan cepat membeli tempat tidur, persoalan belum selesai, karena perlu disiapkan pula bangunan dan tenaga kesehatan. Mencari tenaga kesehatan, seperti perawat bukanlah hal yang mudah di Kaltim,†tulis Into – sapaan akrab wartawan senior di Kaltim ini.
Lebih jauh ia berharap tidak lagi mendebatkan  ada atau tidak adanya Corona, namun lebih baik waktu digunakan berdo’a dan meminta kepada Tuhan YME sesuai agama yang dianut, agar negeri bebas dari wabah COVID19dan menjaga diri, keluarga, dan teman-teman dari paparan Covid.
“Virus itu makhluk bernyawa, bisa hidup dan ada dimana saja dimana manusia ada. Menyebarkan informasi bahwa Covid 19 itu bohong-bohongan, jelas menyesatkan,†tegas Intoniswan yang sudah kehilangan temannya lebih dari 20 orang akibat terpapar Covid, meninggal.
Diterangkan pula PKM yang diterapkan pemerintah dan anjuran memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, tidak berkerumun, dan membatasi kegiatan di luar rumah, benteng terakhir mencegah penularan Covid
“Patuhi PKM yang diterapkan pemerintah dan begitu pula dengan prokes,†ajaknya.
Tentang dampak yang ditimbulkan dari adanya PKM, yang nyata masyarakat ekonomi masyarakat semakin sekarat. Untuk mengatasi kesulitan mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan pokok di rumah tangga, lebih baik minta ke gubernur, wali kota, atau bupati, serta ke lembaga DPRD di masing-masing daerah.
“Saya juga berharap kepala daerah menyiapkan dana bantuan bagi masyarakat yang kesulitan keuangan membeli kebutuhan pokoknya. Masyarakat punya hak untuk meminta dan pemerintah berkewajiban menyediakan anggaran untuk itu,†tegasnya.(*/SK08)
Berita Lainnya
Hari pertama, AKBP Aryansyah cek senjata api anggota Polres Kutim dan ingatkan anggotanya tidak terlibat Narkoba
SANGATTA,Swara KaltimKapolres Kutai TimurAKBP Aryansyah, Selasa (14/7) pagi Memimpinapel perdana di ....
Isran Serahkan Bansos Tahun 2021
SAMARINDA (4/1-2021)Dana Bantuan Tunai Se-Indonesia Tahun 2021 yang dibagikan Presiden Jokowi, juga ....
- editor@ivan
- 04 Jan 2021
- 562
Pernikahan Anak Masih Tinggi di Kaltim
SAMARINDA (1/3-2022)nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp; Pernikaha ....
- editor@ivan
- 01 Mar 2022
- 449
Danrem Rotasi Pejabat Korem ASN, Termasuk Dandim Kutim
SAMARINDA (7/9-2021)Sejumlah jabatan di Korem 091 Aji Suryanata Kesuma (ASN), Selasa (7/9) diserahte ....
- editor@ivan
- 07 Sep 2021
- 2004
Ketua MUI Kaltim : Menyuap dan Menerima Suap, Sama-Sama Berdosa
SAMARINDA (8/12-2020)Ummat Islam yang punya hak pilih di Pilkada atau Pemilu, diingatkan Ketua MUI K ....
- editor@ivan
- 08 Des 2020
- 794


