Intoniswan :Â Berhenti Berdebat Soal COVID19 dan PPKM, Corona Itu Ada
- editor@ivan
- 13 Jul 2021
- 660
Intonistwan - Ketua Forum Komunikasi Penyintas Covid 19
SAMARINDA (13/7-2021)
Ketua Forum Komunikasi Penyintas Covid1919 Kaltim mengingatkan sudah saatnya masyarakat berhenti berdebat soal atau atau tidak adanya Covid 19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diterapkan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kaltim sebab, tak ada manfaatnya dan membuat bingung, sebaliknya korban terus berjatuhan akibat terpapar Covid
“Para ahli kesehatan dari 216 negara di dunia sudah menegaskan Covid 19itu ada. Pemerintah baik di pusat maupun di daerah sedang bekerja keras mengatasi agar penularannya tidak semakin masif,†kata Intoniswan yang pertama kali terpapar Covid 19 bulan Maret lalu.
Berdasarkan laporan Satgas Penangangan Covid1919 Kaltim, Selasa (13/7) dalam 24 jam terakhir, jumlah orang terpapar Covid19 di Kaltim sebanyak 1.498 orang dan meninggal sebanyak 51 orang, sedangkan jumlah orang yang sedang menjalani perawatan untuk sembuh bertambah 960 orang.
“Perkembangan kasus positif tersebut sangat mengkhawatir, karena tempat tidur di rumah sakit-rumah sakit pemerintah penuh. Kalau pun pemerintah bisa dengan cepat membeli tempat tidur, persoalan belum selesai, karena perlu disiapkan pula bangunan dan tenaga kesehatan. Mencari tenaga kesehatan, seperti perawat bukanlah hal yang mudah di Kaltim,†tulis Into – sapaan akrab wartawan senior di Kaltim ini.
Lebih jauh ia berharap tidak lagi mendebatkan  ada atau tidak adanya Corona, namun lebih baik waktu digunakan berdo’a dan meminta kepada Tuhan YME sesuai agama yang dianut, agar negeri bebas dari wabah COVID19dan menjaga diri, keluarga, dan teman-teman dari paparan Covid.
“Virus itu makhluk bernyawa, bisa hidup dan ada dimana saja dimana manusia ada. Menyebarkan informasi bahwa Covid 19 itu bohong-bohongan, jelas menyesatkan,†tegas Intoniswan yang sudah kehilangan temannya lebih dari 20 orang akibat terpapar Covid, meninggal.
Diterangkan pula PKM yang diterapkan pemerintah dan anjuran memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, tidak berkerumun, dan membatasi kegiatan di luar rumah, benteng terakhir mencegah penularan Covid
“Patuhi PKM yang diterapkan pemerintah dan begitu pula dengan prokes,†ajaknya.
Tentang dampak yang ditimbulkan dari adanya PKM, yang nyata masyarakat ekonomi masyarakat semakin sekarat. Untuk mengatasi kesulitan mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan pokok di rumah tangga, lebih baik minta ke gubernur, wali kota, atau bupati, serta ke lembaga DPRD di masing-masing daerah.
“Saya juga berharap kepala daerah menyiapkan dana bantuan bagi masyarakat yang kesulitan keuangan membeli kebutuhan pokoknya. Masyarakat punya hak untuk meminta dan pemerintah berkewajiban menyediakan anggaran untuk itu,†tegasnya.(*/SK08)
Berita Lainnya
Seribu Pegawai Bank Sasaran Vaksin Boster
SAMARINDA nbsp;(31/4-2022)Ancama Covid 19 terus menghantui karena belum adaobat yang dapat melawan, ....
- editor@ivan
- 31 Mar 2022
- 516
Pers Membantu Pemerintah dan Masyarakat
SAMARINDA (9/2-2021)Hari Pers Nasionalnbsp; (HPN) 2021 diharapkan dapat menjadi penyeimbang dalam me ....
- editor@ivan
- 09 Feb 2021
- 675
tips berhaji (7)Ngak perlu bawa uang banyak cukup bawa kartu atm berlogokan visa dan master card.
menunaikan ibadah haji atau umrrah tantangannya tak jauhberbeda,terutama keinginan untuk belanja ole ....
- editor@ivan
- 06 Mei 2025
- 144
tips melakasanakan ibada haji (8) ; bawa tas serut dan plastik kresek
ada satu hal yang pasti dialamijamaah haji saat di Tanah Suci, yaknimembuang sampah dan menyimpan sa ....
- editor@ivan
- 04 Mei 2025
- 250
Dilarang Gelar Pesta Tahun Baru
SAMARINDA (27/12-2020)Warga masyarakat Kaltim kembali diimbau untuk tidak menyelenggarakan perayaan ....
- editor@ivan
- 27 Des 2020
- 967

