Dalam Kasus Gratifikasi di Sulsel : KPK Tetapkan NA, ER dan AS
- editor@ivan
- 28 Feb 2021
- 562
KPK Saat memperlihatkan uang suap AS kepada NA - Gubernur Sulsel yang dalam kasus ini juga mengamankan ER dan AS
JAKARTA (28/2-2021)
Gubernur Kalsel NA, akhirnya resmi mengenakan rompi jingga milik KPK. Pemakaian NA harta KPK ini, menandakan NA menjadi tersangka dalam kasus gratifikasi proyek infrastruktur di Sulsel tahun 2021.
Dalam jumpa persnya, Sabtu (28/2) dinihari tadi, Ketua KPK Firli Bahuri menceritakan kronoligis keterlibatan NA dan sejumlah warga Sulsel ini. Namun dari sederet nama yang sempat diamankan hanya 3 orang yang dinyatakan sebagai tersangka yakni NA – Gubernur Sulsel, kemudian ER – Sekretaris Dinas PUTR Sulsel serta AS – Direktur PT Agung Perdana Bulukumba.
Kesemua tersangka selama 20 hari pertama terhitung sejak tanggal 27 Februari sampai dengan 18 Maret. NA, disebutkan diamankan di rumah jabatan Gubernur Sulsel sementara ER dan AS saat melakukan transaksi. “Tersangka diamankan di tahan rumah tahanan terpisah,†terang Firli.
Sebelum diamankan di rutan, NA, ER dan AS menjalani pemeriksaan kesehatannya terutama terkait Covid 19.
Sebelumnya, Firli menyebutkan Jumat (26/2) pukul 23.00 Wita KPK mengamankan AS saat dalam perjalanan menuju Bulukumba, setelah itu ER beserta uang dalam koper sekitar Rp 2 miliar turut diamankan KPK di rumah dinasnya. NA diduga juga menerima uang dari kontraktor lain diantaranya sebesar Rp 200 juta pada akhir 2020.
Kemudian, orang nomor satu di Sulsel ini, juga diduga menerima uang pada pertengahan Februari 2021 melalui SB sebesar Rp 1 miliar. "Awal Februari 2021, NA melalui SB menerima uang Rp 2,2 miliar," terang Firli.
Gubernur NA dan ER, lanjut Ferli disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.
Sementara AS disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.(sK012)
Berita Lainnya
Kasus Money Politik di Sangkulirang Masuk Gakumdu
SANGATTA (7/12-2020)Kasus dugaan money politik di Sangkulirang, dijelaskan Ketua Bawaslu Kutim, Andi ....
- editor@ivan
- 07 Des 2020
- 1365
DPK siap sukseskan Indonesia emas, 200 ORANG IKUTI RAKORDA
BALIKPAPAN (3/7)Dinas Perpustakaan dan Kearsipan(dpk) provinsi kalimantan timur sukses menggelar rap ....
- editor@ivan
- 03 Jul 2025
- 177
Pemprov Kaltim Siap Sambut Kedatangan Presiden Jokowi
SAMARINDA (24/8-2021)Pemerintah Provinsinbsp; (Pemprov) Kaltim bersama Pemkot Balikpapan, dan Samari ....
- editor@ivan
- 24 Agu 2021
- 566
Catatan Ke Turki 13 : Menikmati Teh Panas Samping KRL
KENYAMANAN bagi masyarakatmemang diciptakan pemerintah Turki, sehingga menelusuri sudut-sudut Istanb ....
- editor@ivan
- 09 Mar 2022
- 756
Pelantikan Kepala Daerah Diundur
SAMARINDA (16/2-2021)Pengambilan sumpah dan pelantikan Bupati / Walikota terpilih pada Pilkada Tahun ....
- editor@ivan
- 16 Feb 2021
- 1145


