Catatan Syafranudin - Karo Humas Kaltim (1) : Terpapar Covid 19 Seperti Kiamat
- editor@ivan
- 05 Feb 2021
- 1011
Seorang pasien penderita Covid 19 yang menjalani intensif di RSU AW Syahrani Samarinda. (Foto Humas Kaltim)
Kepala Biro Humas Kaltim, Syafranuddin ternyata diam-diam blusukan untuk mencari tahu sikap masyarakat terhadap Virus Corona. Iapun sempat bertemu dan melakukan wawancara dengan sejumlah mereka yang terpapar Covid 19. Beragam cerita itu, ia tulis dalam tulisan bersambung seperti dikirimnya ke Swara Kutim.com yang mulai hari ini kami turunkan, semoga bermanfaat.(RED)
BAGI orang yang belum terpapar Covid 19 atau Corona, mungkin bisa tertawa, tersenyum dan membuat bermacam-macam komentar. Namun bagi mereka yang sudah mengetahui positif, bak kiamat. “Sungguh, terasa lemas badan saya mengetahui saya positif terpapar Covid 19,†kata seorang pasien Corona sesaat masuk kawasan BPSDM Kaltim yang kini menjadi pusat karantina bagi pasien Corona.
Seraya menyeka air mata, pasien yang tercatat warga Samarinda ini, mengaku tidak tahu persis dimana terpapar dan dari mana. Ketika ditelepon, lanjut sang pasien tadi, saya seperti mau ambruk saja, dunia gelap rasanya. “Kasihan anak-anak saya, semoga saja mereka kuat imunnya sehingga tak terpapar juga,â€ungkapnya sambil membawa dua tas yang berisikan pakaian untuk selama menjalani masa karantina.
Menjadi pasien Corona bagi wanita yang berjilbab sangat ditakutinya, tak heran ia menyatakan anjuran pemerintah ia turuti baik selama berada di rumah maupun tempat kerja. Namun, ia menyadari ada kalanya lupa seperti cuci tangan, memakai masker.
Hal senada juga diakui pasien lainnya, bahkan mereka mengaku sehat tidak merasa gangguan apapun kecuali batuk. Namun belakangan batuknya bertambah parah, kemudian terasa tidak enak di tenggorokan. “Ketika tenggoroka terasa nggak enak, kami langsung periksa ternyata positif. Kabar positif inilah yang membuat kaget, karena teringat keluarga,†ujar pria yang kini bekerja di sebuah OPD Pemprov Kaltim.
Disinggung dimana dan kapan berdekatan dengan orang yang terpapar Corona, pria yang sudah lama mengabdi di Pemprov Kaltim, tak mengetahui. “Selama ini kami tak pernah berdekatan dengan pasien Corona, kok bisa ya saya terpapar ,†ungkap pria yang mengaku sudah berusia di atas 50 tahun.
Ketika ditanya kondisi selama mengikuti karantina, mereka mengakui sudah mengalami peningkatan. Namun, diakui tidak sedikit yang harus dirawat intensif di RSU AWS, namun bagaimana kondisi terakhirnya, warga karantina tak mengetahui. “Disini kami diajak happy, agar imun kami tambah kuat melawan Corona. Namun salah satu hiburan yang menyenangkan, kabar keluarga ternyata mereka tak apa-apa setelah menjalani pemeriksaan,†cerita pria yang mengaku setiap hari berolahraga serta bersih-bersih lingkungan untuk menghilangkan kejenuhan.(bersambung)
Berita Lainnya
Di Lomba Kreasi Menu Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) PKK Kutim berhasil ciptakan Menu bergizi dari bahan lokal dan non Beras
SANGATTAUntuk meningkatkan wawasankader TIM Penggerak PKK, PKK Kutim Selasa (11/8) menggelasr lomba ....
Sepekan menghilang hanya dalam waktu 3 jam POLISI Temukan Muflih.
SANGATTA (18/6)Respons cepat dilakukan tim Patroli Samapta (Pamapta) I Polres Kutai Timur(Kutim) dal ....
di Kutim ini banyak kendaraan luar beraktifitas, Ketua DPRD minta quota BBM subsd ditambah
- SANGATTA,Masalah ketersediaan BahanBakar Minyak (BBM) di Kutai Timur (Kutim) tak hanya berkaitan ....
Paskibra Muara Ancalong berhasil memukau peserta dan undangan.
MUARA ANCALONGKeyakinan Camat Muara AncalongSaberan Nete akan kemampuan Paskibra Muara Ancalong tahu ....
tips melakasanakan ibada haji (20) : menghindari heat stroke buat impusan di atas kepala agarkepala tetap sejuk.
cuaca di Arafah pada saat wukuf kerapberubah-berubah dari badai debu hingga hujan lebat yang kerap m ....
- editor@ivan
- 19 Mei 2025
- 121

