AA Kembali Tersandung Kasus Tanah : Jaksa Anggap Ia Bertanggungjawab
- editor@ivan
- 19 Nov 2020
- 675
Sirkuit Motor Kutim Yang Bermasalah, Sehingga AA mantan Kadis PLTR Kutim kembali berhadapan dengan hukum
SAMARINDA (19/11)
Mantan Kepala Dinas PLTR Kutim, AA, Rabu (18/11) kemarin, kembali duduk di kursi persakitan Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Samarinda. Pria yang sudah pensiun ini, didakwa telah melakukan tindakan pidana korupsi yang menyebabkan Pemkab Kutim mengalami kerguian Rp25 M.
AA yang kini sedang menjalani masa hukuman terkait kasus pembebasan lahan pelabuhan laut di Kenyamukan Sangatta Utara, diuraikan Zaenurofiq – JPU Kejati Kaltim saat sebagai Pengguna Anggaran (PA) pada tahun 2012 di Dinas Pengendalian Lahan dan Tata Ruang Kabupaten Kutim tidak cermat sehingga terjadi kerugian negara.
AA, didakwa melakukan, turut serta melakukan, secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.
Dalam sidang yang diketuai Abdul Rahman Karim dengan Hakim Anggota Parmatoni dan Arwin Kusmanta, AA didakwa melanggar Pasal 2 Ayat 1 Junto Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Junto Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP.
Sedangkan dalam dakwaan subsidair didakwa melanggar Pasal 3 Junto Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999, Junto UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Junto Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP.
Diungkapkan, AA telah menandatangani dan menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan Umum tahun 2010 dan 2012, Dana pembebasan lahan ini, dibayarkan kepada Abdul Haris, Hindi, Husain, Erniwati, Amir, Asri Unta, Muchlis Bahar, Munsi Jabir, Anwar Jhen, dan Abdul Samsir, berjumlah Rp7,9 M.
Dalam perhutingan BPK, seharusnya yang dibayarkan hanay Rp3,9 M sehingga ada kerugian negara Rp4 M lebih. Kasus dengan Nomor Perkara 36/Pid.Sus-TPK/2020/PN Smr, menurut Zaenurifiq berlanjut pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. “Terdakwa tidak keberatan dengan dakwaan,†terang Zaenurofiq.
Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim, menyebutkan ada kerugian negara sebesar Rp25 M. Dalam penyelidikan dan penyidikan, ada 28 saksi yang diperiksa. Diuraikan, tanah yang digunakan untuk sirkuit motor merupakan tanah negara sehingga dinilai pembayaran tidak benar tidak ada dasarnya sehingga terjadi kerugian negara.(07)
Berita Lainnya
Wagub Hadi Mulyadi : Masyarakat Harus Peduli, Jika Ingin Kasus Covid 19 Segera Selesai
SAMARINDA (26/7-2021)Wagub Kaltim Hadi Mulyadi berharap semua daerah di Kaltim lebih kreatif dan ter ....
- editor@ivan
- 26 Jul 2021
- 519
seorang remaja di Bengalon simpan 10 gram sabu,akhirnya dipenjara
Sangatta (26/6)Kasus penyalahgunaan narkoba dikutim sudah pada tingkat sangat mengkhawatirkan sehing ....
- editor@ivan
- 25 Jun 2025
- 203
BOCAH MAIN BOLA DITERKAM BUAYA BENGALON
Sangatta, SWara KUTIMSeorang bocah bernama Nur Romadhon Als Mandon, usia 8 tahun, Selasa 8 Maret 202 ....
Tahun Depan, Bupati Naikan Tpp ASN sebesar 37 persen.
nbsp;SANGATTAKabar Gembira bagi asn pemkabkutim, di awal bulan agustus 2026 tersiar kabar Pemkab Kut ....
Terima Kasih Gubernur, Berau Sudah Diajak ke COP 26 UNFCCC
LONDON(13/11-2021) Bupati Berau Sri Juniarsihbersyukur bisa menjadi bagian dari delegasi Kaltim di C ....
- editor@ivan
- 13 Nov 2021
- 593

